P2D dan LPPsi UI Rilis Indeks Demokrasi

Untuk memahami apakah demokrasi di Indonesia telah berfungsi sesuai dengan tujuannya, Perhimpunan Pendidikan Demokrasi dan Lembaga Penelitian Psikologi Universitas Indonesia merilis indeks demokrasi Indonesia 2013. Pengukuran indeks dilakukan dengan metode survei yang melibatkan 2367 responden dari 30 Provinsi.

“Tubuh politik kita, tubuh demokrasi kita, sekadar membengkak, tak bertumbuh. Nah, dalam tubuh yang membengkak, biasanya ada infeksi. Itu yang mau kita periksa,” kata Akademisi Universitas Indonesia, Rocky Gerung, di Kuningan, Jakarta Pusat (8/5).

Cara memeriksanya, lanjut Rocky, adalah dengan menguji pandangan langsung warga terhadap kehidupan demokrasi. “Indeks bukan sekadar dimaksudkan untuk mengukur demokrasi tapi untuk menghasilkan demokrasi yang lebih berkualitas,” kata dia.

Berdasarkan indeks yang dihasilkan P2D, Indonesia masuk dalam kategori negara yang “Agak Demokratis”. Itu disebabkan karena rata-rata indeks demokrasi nasional hanya mencapai nilai 61. “Skor ini relatif rendah karena masih banyak komponen sistem demokratis, atau lembaga demokrasi, yang dinilai buruk,” kata Peneliti P2D, Bagus Takwin.

Menurut Rocky, seandainya unit analisis indeks tersebut berdasarkan daerah pemilihan dan bukannya provinsi, maka masyarakat juga bisa menilai kualitas dari legislator dapil terkait. “Jadi kita bisa perlihatkan bahwa anggota DPR dari dapil itu sebetulnya yang menyebabkan buruknya demokrasi di dapil tersebut,” kata dia.[Bagus]

Sumber: Rumahpemilu.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *