Tag Archives: pdf

Tolak Politisasi Etnis Pemilu 2009

Tolak Politisasi Etnis Dalam Pemilu 2009

Media Perhimpunan Inti

Suara Baru Edisi 22/V/Maret-April 2009

Kesetaraan dan kebebasan adalah dua prasyarat penting  dalam membangun kehidupan politik yang demokratis.  Kedua nilai inilah yang berhasil ditenggelamkan pada  titik nadir oleh rezim otoritarian Orde Baru. Meski belum  paripurna, proses demokratisasi pasca reformasi 1998 berhasil  membuka sumbat ruang – kebebasan dan mentransformasikan  relasi–relasi timpang hasil rekayasa rezim menjadi lebih  demokratis.

Namun perjalan proses demokratisasi tidaklah mudah,  demokrasi mengalami banyak tantangan, kebebasan  berdemokrasi dan berekspresi seringkali disalah gunakan  oleh segelintir masyarakat dan elite dengan menggunakan  sentiment etnis dan suku untuk meraup suara dalam pemilihan  umum. Hal tersebut sebenarnya merupakan ancaman  sekaligus kemunduran bagi demokratisasi, jika masyarakat  belum siap. Satu gambarannya tampak pada beberapa kasus  pilkada dalam rentang waktu 2004 hingga 2008.

Itulah mengapa sejarah juga mencatat bahwa jika salah  satu kelompok suku dan etnis secara politik dan kebudayaan  sering kali terjebak dalam hubungan patronase yang dibuat  oleh rezim Orde Baru. Kini pasca gerakan reformasi, pola  relasi ini perlahan mulai diretas. Dari situ, adalah kewajiban  bagi semua suku dan etnis di Nusantara untuk bersikap dan  berdiri dalam penghayatan kebangsaan, kewarganegaraan  dan demokratisasi baru yang mengedepankan kesetaraan dan  keyakinan demokratisnya selaku warga negara.

Maka kami yang bertandatangan di samping ini  menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, Menolak politisasi etnis dalam Pemilu 2009,  menghimbau semua pihak untuk belajar dari sejarah karena  dukung-mendukung suatu kekuasaan dengan mengatasnamakan  suku dan etnis adalah suatu hal yang kontraproduktif. Cara  semacam itu adalah ekspresi minority complex syndromewarisan  jaman Penjajahan dan Rezim Orde baru yang perlu dikikis.

Kedua, Klarifikasi dan artikulasi etnis dalam suatu mobilisasi  politik yang sarat kepentingan akan menghasilkan dan membuka  jurang ketegangan sosial yang sama sekali tidak perlu, bahkan bisa  membahayakan karena dapat menyulut politik berbasis identitas suku dan etnis.

Ketiga, Mobilisasi massa berdasarkan suku dan etnis secara  psikologis dalam hubungan patronase dengan kekuasaan dan penguasa,  patronase semacam ini selain berpeluang bagi kembali terulangnya  dominasi juga sangat tidak sesuai dengan cara-cara berpolitik reformasi.

Keempat, Menghimbau para elite untuk memberikan pendidikan  politik terhadap para pemilih dengan mengedepankan program nyata  untuk kepentingan bersama dari pada mempromosikan diri hanya  berdasarkan hubungan ras dan etnis semata.

Kelima, Menghimbau semua pihak untuk lebih beretika dan  bijaksana dalam melakukan kegiatan politik dan sosial yang  menggunakan simbol-simbol suku atau etnis tertentu hanya untuk  kepentingan ekonomi dan politik.

Keenam, Proses demokratisasi, kebebasan berekspresi,  berbudaya dan berpolitik semua warga negara yang saat ini kita  nikmati tidak terlepas dari peran serta para Presiden dan mantan  Presiden Republik Indonesia era Reformasi.

Ketujuh, Menghimbau hendaknya semua warga negara  Indonesia wajib merawat serta menjaga perdamaian, demokrasi,  keberagaman dan persatuan NKRI menjelang Pemilu 2009.

Hormat Kami

  • Jaringan Tionghoa Muda ( JTM)
  • Ikatan Pemuda Paguyuban Sosial Marga
  • Tionghoa Indonesia (IP-PSMTI)
  • Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D)
  • Solidaritas Nusa Bangsa (SNB)
  • Gerakan Anti Diskriminasi (GANDI)
  • Generasi Muda Khonghucu ( GEMAKU)
  • Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa
  • (GEMA INTI)
  • Generasi Muda Indonesia Bogor (GMIB)